Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


Pesan dan Doa Jokowi yang Menguatkan di Tengah Pandemi Corona Covid-19

14 Mei 2020 - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku optimistis bahwa pandemi virus corona Covid-19 di tanah air akan segera berakhir.

Dengan banyaknya solidaritas dan kepedulian yang terus dibangun di tengah masyatakat, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meyakini Indonesia mampu bangkit melawan pandemi Covid-19.

"Ada sebuah kekuatan besar yang menambah keyakinan saya bahwa musibah ini Insya Allah (segera berakhir), Amin ya Rabbal Allamin," ungkap Jokowi dalam giat Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan, Kamis (14/5/2020).

Dia pun mensyukuri dengan meningkatnya jumlah pasien positif corona yang sembuh di tengah upaya pemerintah mencari vaksin serta menerapkan sejumlah kebijakan untuk menekan penyebaran virus tersebut.  
"Sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," ujar Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis, 7 Mei 2020.
Berikut sederet pesan dan doa Jokowi yang menguatkan di tengah pandemi virus corona Covid-19: 

Jangan Berhenti Bermunajat kepada Allah
Presiden Jokowi meminta masyarakat tidak henti-hentinya bermunajat kepada Allah untuk membebaskan bangsa dan dunia dari pandemi Covid-19.
"Tidak henti-hentinya memanjatkan doa memohon Pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar rakyat agar bangsa dan negara kita juga dunia segera terbebas dari pandemi ini," kata Jokowi dalam Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan, Kamis (14/5/2020).

Beban Masyarakat Diringankan
Jokowi, dalam munajatnya, juga meminta agar Tuhan dapat meringankan beban masyakarat akibat Covid-19 dengan menyingkirkan pandemi tersebut selama-lamanya dengan terus merendahkan hati dan tak hentinya memohon ampun.
"Mari kita semuanya agar diringankan, disingkirkan dari segala musibah, marilah kita bersama-sama tundukkan kepala, rendahkan hati kita memohon kepada Tuhan yang maha pengasih dan lagi maha penyayang," ucap Jokowi.

Terus Berikhtiar dan Optimistis
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap optimistis agar bisa bangkit dari pandemi ini.
"Banyak yang telah diberikan kesembuhan dalam menghadapi kesulitan ini. Kita tidak boleh pesimis tidak boleh putus asa. Kita semuanya wajib berikhtiar dan berusaha sekuat tenaga," kata Jokowi saat mengikuti kegiatan doa Kebangsaan dan Kemanusiaan, Kamis (14/5/2020)
Tak henti-hentinya, Jokowi juga meminta kepada setiap lapisan masyarakat untuk terus melindungi satu dan lainnya. Sebab sebagai saudara sebangsa dan senegara, adalah wajib hukumnya untuk saling bahu membahu dalam melawan Covid-19.
"Lindungi diri kita, lindungi keluarga kita, lindungi saudara-saudara kita, lindungi bangsa kita, lindungi negara kita dari penularan virus corona ini sehingga semuanya bisa terjaga keselamatannya," tuturnya.

Kesabaran Titik Tolak Kesembuhan
Presiden Jokowi menyatakan, kunci agar Indonesia bisa keluar dari masalah pandemi corona Covid-19 ini adalah kesabaran sebagai titik tolak kesembuhan.
"Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan," tutur Jokowi saat mengikuti Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan nasional, Kamis (14/5/2020).
Jokowi pun mengajak rakyat untuk menghilangkan rasa cemas, menjauhkan diri dari ketakutan yang berlebihan dan hidup dengan optimisme.
"Kita harus bangkit dan berempati tumbuhkan solidaritas sosial, inilah waktu bagi kita untuk melihat sekeliling untuk membantu saudara-saudara kita," jelas Jokowi.

Rajin Cuci Tangan dan Pakai Masker
Jokowi tak lupa menyampaikan kampanye hidup bersih dengan rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak aman, dan tetap melakukan seluruh aktivitiasnya dari rumah.
"Selain tingkatkan imunitas, disiplin untuk cuci tangan memakai sabun, disiplin untuk menjaga jarak yang aman, disiplin untuk memakai masker, disiplin untuk disiplin bekerja di rumah, disiplin sekolah di rumah, dan disiplin beribadah di rumah," Jokowi menandasi.
(Sumber: liputan6.com)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 
Advertisement

Follow Us