Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


Pemerintah Siapkan Program Pemulihan Pascapandemi Covid-19
11 Mei 2020 - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah program pembangunan untuk pemulihan pascapandemi Covid-19. 
Pandemi tersebut menyebabkan pemerintah mengubah fokus pembangunan pada 2020.

"Kita sudah mulai melakukan pembuatan dan penyiapan program-program untuk nanti recovery terhadap kita mengembalikan posisi lagi, sesuai dengan prioritas yang sudah kita rancangkan dan canangkan," kata Wapres Ma'ruf Amin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (11/5).

Program-program pemulihan tersebut, lanjut Ma'ruf, akan menekankan pada bidang ekonomi sebagai sektor yang paling terdampak dalam jangka panjang setelah pandemi Covid-19.

"Akan ada tekanan pada sektor-sektor yang terdampak sangat dalam akibat pandemi ini, misalnya sektor ekonomi, termasuk kelompok usaha baik usaha menengah besar (UMB) maupun usaha mikro kecil (UMK)," jelasnya saat memberikan tausiyah Ramadhan Online kepada Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

Selain itu, Ma'ruf mengatakan, penanggulangan kelompok miskin juga akan mendapat perhatian pemerintah mengingat pandemi Covid-19 juga berimbas pada meningkatnya jumlah masyarakat miskin yang diprediksi mencapai 40 persen.

"Kita harus melakukan upaya-upaya pemenuhan hajat hidup mereka dan pemberdayaan kembali untuk memperkecil jumlah kelompok masyarakat miskin di Indonesia," kata dia.

Pandemi Covid-19 menyebabkan sejumlah negara menerapkan kebijakan darurat dalam mengatasi dampaknya, baik di bidang kesehatan maupun ekonomi. Indonesia pun juga mengalami hal serupa yakni melakukan perubahan fokus pembangunan untuk penanganan pandemi.
"Ini di luar kemampuan kita dengan terjadi pandemi COVID-19 ini".

Dampaknya bukan hanya masalah kesehatan atau masalah jiwa manusia terancam, tetapi juga masalah sosial dan masalah ekonomi; juga termasuk di negara kita," ujarnya.
(Sumber: republika.co.id)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 
Advertisement

Follow Us