Pilkada DKI 2017: Kandidat Bertambah, Manuver Meningkat
14 Maret 2016 - Persaingan menuju pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 makin memanas. Jumlah orang yang bertekad maju dalam persaingan itu terus bertambah, sementara nama-nama yang sudah beredar meningkatkan aktivitasnya.

Pada Minggu (13/3), pasangan Ahmad Taufik-Mujtahid Hasyem mendeklarasikan niat maju dalam Pilkada DKI di lapangan bulu tangkis di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keduanya bertekad maju melalui jalur perseorangan.

"Targetnya 2 juta KTP selesai pada Juni 2016. Setiap minggu kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat," ujar wartawan yang kini menjadi aktivis tersebut.

Tema yang mereka usung adalah "Jakarta Bangkit Melawan". Menurut Taufik, saat ini Jakarta dipenuhi konglomerat hitam sehingga kebijakan pemerintah tak berpihak kepada rakyat miskin.

Pasangan tersebut akan memanfaatkan jaringan warga dan aktivis dalam menggalang dukungan. Saat ini, Relawan Rakyat Tertindas akan mengumpulkan KTP di sejumlah wilayah DKI.

Sementara barisan relawan Teman Ahok pendukung gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama, kini mengulang pengumpulan KTP dukungan untuk menutup celah hukum dan administrasi terkait pencalonan Basuki dan Heru Budi Hartono sebagai calon perseorangan dalam pilkada Februari 2017.

Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, Minggu, menyatakan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan masukan dari kandidat, tokoh masyarakat, dan relawan di lapangan. Pihaknya ingin memastikan syarat dukungan sah secara hukum dan administrasi serta mengantisipasi manuver politik untuk menjegal pencalonan Basuki-Heru.

"KTP yang terkumpul selama ini menjadi bahan bagi kami menjemput dukungan dan verifikasi. Kami kerahkan relawan untuk jemput bola ke masyarakat untuk mengisi formulir baru. Kini di formulir sudah tertera nama pasangan," ujarnya.

Selain di sejumlah pos di pusat perbelanjaan, pengumpulan KTP dilakukan relawan di posko-posko yang tersebar di wilayah Jakarta serta antar jemput ke rumah-rumah. Amalia menambahkan, pihaknya melarang relawan mengumpulkan KTP di tempat ibadah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, kantor pemerintah dan layanan publik, serta ajang hari bebas kendaraan bermotor.

Sementara itu, dalam jumpa pers, Minggu sore, Direktur Sinergi Data Indonesia Barkah Pattimahu menyebutkan, berdasarkan survei lembaganya pada 2-12 Februari 2016, popularitas Basuki mencapai 97,2 persen. Namun, Basuki hanya memiliki 27,8 persen pemilih loyal. "Ada 21 persen pemilih yang loyal kepada calon lain dan 51,2 persen lainnya masih ragu-ragu," ujar Barkah.

Dalam perkembangan lain, kandidat calon gubernur DKI dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, juga melakukan sejumlah manuver. Pada Sabtu (12/3) malam, ia bertemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Restoran Meradelima, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan. Kamil sempat disebut-sebut akan maju dalam Pilkada DKI sebelum akhirnya memutuskan tak akan maju.

Setelah pertemuan tertutup tersebut, kedua tokoh mengaku hanya membicarakan revitalisasi pasar tradisional di Bandung. Sandiaga adalah Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut pengamat politik Eep Saefulloh Fatah. Sandiaga tak memungkiri ada pembicaraan terkait pencalonan dirinya di Pilkada DKI 2017. "Saya meminta saran kepada Kang Emil (Ridwan Kamil) karena dia lebih senior di bidang politik," ujar Sandiaga.

Pada hari Minggu, Sandiaga bertemu sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat di Ciracas, Jakarta Timur. Menurut dia, sudah ada jadwal sosialisasi dirinya setiap hari.

"Setiap hari ada tujuh titik. Mudah-mudahan bisa ter-cover semua," kata Sandiaga. (Sumber: Kompas)

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 
Advertisement

Follow Us