Pilkada Serentak: Calon Batal Mundur, Tahapan Dilanjutkan
25 Agustus 2015 - Calon wakil bupati Indramayu, Jawa Barat, Rasta Wiguna, yang berpasangan dengan Toto Sucartono, Senin (24/8), mencabut surat pengunduran dirinya yang sempat diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum Indramayu, Sabtu akhir pekan lalu.

Dengan pencabutan itu, KPU Indramayu menetapkan dua pasangan calon yang akan bersaing dalam Pilkada Indramayu pada Desember mendatang, yakni Toto-Rasta dan pasangan petahana Anna Sophanah-Supendi.

Kemarin, KPU Indramayu sedianya menggelar rapat pleno pembatalan pencalonan Toto-Rasta menyusul adanya surat pengunduran diri dari Rasta. Namun, pukul 09.30, Panitia Pengawas Pemilu Indramayu mengirimkan surat rekomendasi yang berisikan tiga poin kepada KPU Indramayu.

"Pertama, kami merekomendasikan KPU Indramayu tidak menerima pengunduran diri Rasta. Kedua, KPU melanjutkan tahapan penetapan calon. Ketiga, KPU tidak membuka pendaftaran calon kembali," kata Supandi, Ketua Panwaslu Indramayu.

Rekomendasi Panwaslu Indramayu itu bertentangan dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh KPU Jawa Barat, sehari sebelumnya. KPU Jawa Barat merekomendasikan KPU Indramayu agar membuka perpanjangan pendaftaran serta menilai surat pengunduran diri Rasta itu sah dan bisa diterima.

Sekitar pukul 14.30, Rasta tiba-tiba datang ke kantor KPU. Kader PKB itu bertemu dengan anggota KPU dan menyerahkan surat pencabutan atas surat pengunduran dirinya yang diserahkan hari Sabtu. Pertemuan dengan KPU Indramayu itu berlangsung sekitar 15 menit.

Pada saat keluar dari ruangan, Rasta menolak berkomentar dan terburu-buru masuk ke mobil dengan perlindungan ekstra dari anggota timnya. Wajah Rasta terlihat pucat dengan badan terseret-seret mengikuti gerak kaki anggota tim di depannya. Sejumlah anggota tim berteriak supaya Rasta tidak takut. "Jangan takut Kang, kami semua kawan Kang Rasta! Tidak akan ada apa-apa, semuanya ini kawan," teriak beberapa orang saat Rasta berhasil masuk ke dalam mobil.

Kampanye

Dana pilkada untuk kampanye dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Banyuwangi, Jawa Timur, hingga kini belum semuanya cair. Hingga kemarin, KPU Kabupaten Banyuwangi baru menerima Rp 2 miliar dari Rp 7 miliar dana kampanye yang diajukan. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sepakat menyanggupi menganggarkan Rp 7 miliar dana kampanye pilkada lewat perubahan anggaran keuangan (PAK).

Anacleto Da Silva, Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, mengatakan, PAK belum ada karena APBD Perubahan belum dibahas. "Kami belum ada rapat dengan DPRD untuk membahas perubahan anggaran," katanya.

Ketua KPU Samsul Arifin berharap anggaran bisa dicairkan pada Agustus ini. Pasalnya, KPU harus mengadakan tender alat peraga kampanye, mencetak leaflet dan pamflet. Jika jadwal tender terlambat, akan berimbas pada proses selanjutnya.

Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron mengatakan, kampanye akan digelar 27 Agustus-5 Desember. Sesuai kesepakatan KPU dengan parpol dan pasangan calon, dana kampanye setiap pasangan calon maksimal Rp 7 miliar.

Namun, karena KPU baru mengeluarkan surat edaran tentang besaran dana kampanye calon bupati dan wali kota, yaitu Rp 3 miliar-Rp 4 miliar, Basmar mengatakan, kesepakatan tentang dana kampanye itu akan diubah. "Mengikuti ketentuan dari surat edaran KPU, maka besaran dana kampanye masih perlu kita bicarakan lagi," ujarnya. (Sumber: Kompas)

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 
Advertisement

Follow Us