Reshuffle Kabinet: Partai-partai Kecewa Pilihan Reshuffle
14 Agustus 2015 - Partai-partai nonpemerintah yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih menilai perombakan kabinet tak akan berdampak signifikan pada perekonomian. "Pemilihan menteri tak tepat sasaran," kata Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Refrizal, kemarin.

Refrizal mempersoalkan pencopotan Rachmat Gobel dari kursi Menteri Perdagangan. Menurut dia, kebijakan Gobel, seperti pembatasan impor, justru dirasakan manfaatnya oleh pengusaha nasional di tengah kondisi perekonomian yang memburuk. Refrizal juga mempertanyakan kemampuan mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli di sektor maritim.

Hal senada diutarakan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya, Desmond Junaidi Mahesa. Dia pesimistis dengan perombakan kabinet. Menurut dia, berbagai persoalan ekonomi saat ini bukan disebabkan oleh menteri yang tak bekerja, melainkan karena kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menurun. "Janji-janji Jokowi itu yang harus dipenuhi," ujar Desmond.

Adapun Ketua Komisi Perindustrian dan Perdagangan DPR Hafisz Thohir menilai kabinet baru tetap akan kesulitan menggairahkan. "Dalam kondisi seperti ini, tampak berat bagi kabinet untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik," ucapnya.

Setelah dua bulan terus menjadi wacana di tengah buruknya kinerja beberapa kementerian, Presiden Joko Widodo akhirnya merombak kabinetnya pada Rabu lalu. Menteri Koordinator Perekonomian, yang sebelumnya dijabat Sofyan Djalil, kini diisi oleh Darmin Nasution, mantan Direktur Jenderal Pajak dan Gubernur Bank Indonesia. Sofyan selanjutnya menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menggantikan Andrinof Chaniago.

Jokowi juga mengangkat mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Maritim menggantikan Indroyono Susilo. Kepala Kantor Staf Presiden Luhut Binsar Panjaitan kini rangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Adapun Pramono Anung, politikus senior PDI Perjuangan, menjadi Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Widjajanto.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, sebagai pengusung, Koalisi Indonesia Hebat-partai-partai pendukung pemerintah-mendukung Jokowi meski salah satu kadernya, Tedjo Edhy Purdijanto, tergusur dari kursi Menteri Koordinator Politik. "Esensinya adalah bagaimana mengantarkan kepentingan bersama agar pemerintahan ini menjadi efektif dan kuat," kata Surya di Istana Negara, kemarin.

Adapun Presiden Joko Widodo mengatakan keputusan reshuffle telah dipersiapkan sejak 2,5 bulan lalu dengan sangat hati-hati. Meski perombakan kabinet merupakan hak prerogatif presiden, Jokowi mengaku telah menampung masukan dari berbagai pihak, termasuk partai, "Karena jangan sampai reshuffle itu direspons negatif." (Sumber: Tempo)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 
Advertisement

Follow Us