Presiden Anugerahkan Tanda Kehormatan, Empat dari Tujuh Kepala Daerah Penerima adalah Kader PDI-P
14 Agustus 2015 - Jelang peringatan Ke-70 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo, Kamis (13/8), menganugerahkan tanda kehormatan bintang bagi 46 orang yang dinilai berjasa bagi kemajuan dan kemakmuran bangsa. Sebanyak empat dari tujuh kepala daerah yang menerima tanda kehormatan itu merupakan kader PDI-P.

Empat kepala daerah dari PDI-P yang menerima tanda kehormatan itu adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Tiga kepala daerah lainnya adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Christiany Eugenia Paruntu (Bupati Minahasa Selatan), dan Stephanus Malak (Bupati Sorong).

Tujuh kepala daerah itu menerima bintang jasa utama.

Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menepis anggapan bahwa banyaknya kepala daerah dari PDI-P yang menerima penghargaan itu terkait dengan Presiden Joko Widodo yang juga kader PDI-P. Ia memastikan, Presiden tidak mengintervensi Dewan Gelar yang melakukan seleksi kepada mereka yang layak menerima penghargaan itu. "Jadi, ini jalur biasa saja proses seleksinya. Masyarakat mengusulkan dan diseleksi. Pengusulan itu ada dasarnya."

Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksamana Madya TNI Suyono Thamrin menyebutkan, penghargaan itu merupakan hasil sidang pertama Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan periode Agustus 2015.

Dari 46 penerima penghargaan, 1 orang di antaranya mantan Ketua Komisi Yudisial yang juga mantan komisioner KPK, Busyro Muqoddas, yang tidak hadir. Namanya juga tidak disebutkan dalam proses penganugerahan penghargaan meski tercantum dalam surat keputusan presiden sebagai penerima Bintang Mahaputra Utama.

Busyro yang coba dihubungi melalui telepon dan melalui layanan pesan singkat belum merespons. Teten dan Mensesneg Pratikno juga tidak tahu mengapa Busyro tidak hadir.

Apresiasi

Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya, mengaku bangga dengan penghargaan yang diberikan Presiden. "Penghargaan ini untuk warga Surabaya. Saya tidak boleh lupa dengan janji-janji saya kepada warga," katanya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif menyatakan menghargai langkah negara memberinya penghargaan Bintang Mahaputra Utama. Ia berharap pemerintahan lebih tegas dan mampu memperbaiki sejumlah persoalan bangsa, di antaranya masalah korupsi.

Franz Magnis-Suseno mengaku terkejut dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra Utama. "Meskipun saya kadang mengkritik, tapi (negara) tetap mau beri penghargaan," ujarnya.

Magnis berharap pemerintah mendorong spirit bangsa yang jujur dan bekerja efisien. Ia juga berharap semua elemen bangsa terus mengupayakan saling menghargai dan percaya antarumat beragama. (Sumber: Kompas)

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
 
Advertisement

Follow Us