Pilkada Serentak: Debat Paslon Pilkada Serentak 2020 Akan Digelar Secara Live Streaming PDF Print E-mail
2 Juni 2020 - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah merancang Peraturan KPU (PKPU) yang isinya mengatur tentang mekanisme pelaksanaan kampanye Pilkada Serentak 2020. 
Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan, saat ini KPU juga tengah membahas metode debat paslon selama masa kampanye Pilkada Serentak 2020 sesuai dengan protokol kesehatan virus corona.

Dia menjelaskan, terkait berapa kali debat kandidat akan digelar, itu disesuaikan dengan kondisi anggaran. Hanya saja, Viryan menjelaskan, beberapa hal teknis terkait debat sudah dirancang oleh KPU. Yang pasti debat akan digelar secara daring dari lokasi masing-masing dan tanpa penonton.

"Yang paling mungkin sekarang desain teknisnya adalah dilaksanakan tanpa kehadiran pendukung. Jadi seperti talk show lah gitu. Dan kata kunci kalau untuk kampanye, ini salah satu kata kunci pilkada new normal itu adalah live streaming," kata Viryan saat dihubungi, Selasa (2/6).

"Semua aktivitas sedapat mungkin yang selama ini identik dengan orang banyak, bergeser dengan live streaming atau siaran langsung," imbuhnya. Menurut Viryan, metode ini sangat mungkin dilakukan karena beberapa acara sudah digelar secara daring. Misalnya konser almarhum Didi Kempot.

"Nah bisa saja nanti pasangan calon tertentu mengumumkan dalam tiga hari ke depan di channel dia atau di akun dia akan dilaksanakan hal tersebut. Nah pengaturannya adalah kepada pengaturan akun medsos yang resmi (milik paslon) nanti," jelasnya.

Namun, KPU belum bisa memastikan apakah debat live streaming itu akan disiarkan langsung di stasiun televisi nasional atau tidak. Sebab hal itu juga bergantung pada kondisi anggaran. Di sisi lain KPU juga masih menunggu informasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang daerah mana saja yang masih belum bisa mengakses internet, jika debat dilakukan secara daring.

"Kalau kita tidak lagi siaran langsung di TV, tapi pakai live streaming misalnya, tentunya itu akan sangat irit ya. Tapi pertanyaannya bagaimana dengan masyarakat yang tidak ada akses internet, jadi sedang kita pikirkan," ujar Viryan.

"Nah kami juga sedang menunggu data terkini dari Kominfo terkait akses internet masyarakat di Indonesia, blank spot-nya di mana saja. Jadi mungkin ada pengecualian bagi daerah,daerah yang tidak ada akses internet," tutupnya.
(Sumber: kumparan.com)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us