Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


 
Pilkada Serentak: Cegah Penularan Covid-19, KPU Berencana Tambah Jumlah TPS PDF Print E-mail
28 Mei 2020 - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana menambah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020. 
Hal itu sebagai implikasi dari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tengah merebaknya wabah virus corona (Covid 19).

"Mungkin jumlahnya akan dua kali lipat," kata Ketua KPU, Arief Budiman, dalam diskusi virtual (online) bertema “Antara Pandemi dan Pilkada, Harus Bagaimana?” di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Arief menjelaskan, penambahan TPS untuk mencegah banyaknya kerumunan atau tumpukan orang saat pencoblosan. Hal itu sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Penambahan TPS bergantung pada kesiapan anggaran. Pasalnya, anggaran yang sudah tersedia sekarang adalah untuk proses Pilkada dalam situasi normal," tegasnya. Dengan adanya pandemi Covid-19, lanjut Arief, anggaran Pilkada harus ditambah. Selain akan menambah TPS, masih banyak perlengkapan lain yang harus disiapkan.

"Misalnya pembelian masker, sarung tangan, hand sanitizer, thermometer suhu, alat coblos sekali pakai, dan sebagainya. Semua itu harus disiapkan karena Pilkada harus mengikuti protokol kesehatan. Kita harapkan kekurangan anggaran ditanggung APBN," bebernya. Arief mengungkapkan, semua penyelenggara dan petugas Pilkada seperti kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) akan melakukan tes cepat atau rapid test Covid-19 sebelum turun ke lapangan.

"Hal itu agar mereka tidak menjadi pembawa atau carrier virus corona ke pemilih. Ini anggarannya juga besar. Karena mereka akan beberapa kali turun ke lapangan. Maka mau tidak mau, mereka mungkin akan berapa kali rapid test," tegas Arief. Arief menambahkan, tahapan Pilkada serentak bisa dimulai antara tanggal 6 Juni atau 15 Juni 2020. KPU sendiri telah menyiapkan Peraturan KPU (PKPU) terkait pelaksanaan tahapan yang ada.

"Namun, berbagai tahapan akan bisa cepat dilakukan dan tepat waktu jika sudah tersedia anggaran yang telah disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti penyediaan masker, hand sanitizer, dan sebagainya," pungkas Arief.
(Sumber: beritastu.com)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us