Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


 
Pilkada Serentak: KPU Jalankan Tahapan Pilkada Sesuai Protokol Kesehatan PDF Print E-mail
27 Mei 2020 - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menegaskan, KPU siap melaksanakan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020. 
Tahapan tersebut, rencananya akan dimulai pada Juni mendatang.

Bimbingan teknis (Bimtek), lanjut Arief, nantinya digelar secara online (daring). Begitu juga pembentukan panitia pemuktahiran data pemilih (PPDP) dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Meski begitu, Arief mengakui bahwa sarana prasarana harus terpenuhi agar proses daring terlaksana efektif.

Arief menyatakan, protokol kesehatan akan ditetapkan oleh KPU secara ketat terhadap setiap proses tahapan pilkada. "Pada intinya kita akan melakukan prinsip-prinsip kegiatan tahapan sesuai protokol kesehatan. Menjaga jarak sata berinteraksi, melindungi diri dengan menggunakan masker, hand sanitizer, atau jika diperlukan melakukan disinfektan untuk ruangan tertentu," kata Arief Budiman.

Hal itu disampaikan Arief dalam rapat kerja (raker) Komisi II DPR secara virtual yang turut diikuti Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (27/5/2020).

"Verifikasi pencalonan dan syarat calon, bisa saja semua pendaftaran calon semua dilakukan secara online (daring). Mungkin tetap harus datang menandatangani berita acara tapi diwakili oleh dua staf, tidak perlu iring-iringan," tegas Arief. Arief mengatakan, distribusi logistik akan dipantau dengan kamera pengawas yang dapat diakses KPU. Boks pembungkus dan kendaraan akan disemprot disinfektan. KPU juga menambah bilik suara, termasuk memperluas Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"TPS menjadi 10 meter x11 meter atau 8 meter x 13 meter dari semula 8 meter x 10 meter, konsekuensi akan terjadi penambahan anggaran logistik," ujar Arief Budiman. Arief menuturkan, terkait metode kampanye, pembatasan pertemuan secara fisik akan dilakukan. Sementara mengenai pemungutan dan penghitungan suara, juga ditambahkan sejumlah metode. Misalnya mengurangi jumlah pemilih dalam TPS. "Kalau (pemilih, red) dikurangi setengahnya, jumlah TPS akan bertambah, konsekuensi biaya pelaksanaan jadi dua kali lipat," tandas Arief Budiman.
(Sumber: beritasatu.com)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us