Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


 
pilkada Serentak: Bawaslu: Laporan Pengaduan Pelanggaran Pilkada Andalkan TI PDF Print E-mail
11 Mei 2020 - BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegaskan teknis penanganan pelanggaran pemilihan kepala daerah (pilkada), 
tidak berubah setelah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 terbit. 

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menyampaikan Perppu penundaan pilkada itu tidak mengubah kewenangan Bawaslu Kabupaten/Kota dalam menangani pelanggaran pilkada. Laporan atau pengaduan pelanggaran pilkada dapat dilakukan dan diverifikasi menggunakan teknologi informasi.

 Ia menyebut kewenangan penanganan pelanggaran Bawaslu Kabupaten/kota tetap mengacu pada pasal 30 huruf b, c, d, e Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 dan putusan MK no 48/PUU-XVII/2019.

"Waktu penanganan pelanggaran baik yang bersifat laporan atau temuan tetap mengacu sesuai aturan UU Pilkada yakni hitungan 3+2 hari kalender," ujarnya dikutip dari siaran resmi Bawaslu pada Senin (11/5).
Disampaikannya, Bawaslu kabupaten/kota tetap berwenang melakukan pengawasan pelanggaran pilkada baik pidana maupun kode etik. 

Adapun pelaporan dan pemberitahuan kelengkapan syarat formil dan materill dalam penanganan pelanggaran dan tindak pidana pilkada saat pandemi Covid-19, terang Dewi, dapat disampaikan melalui surat elektronik, pesan aplikasi Whatsapp atau alat komunikasi lainnya apabila tidak bisa melakukan pertemuan secara fisik.

"Kita bisa melakukan proses klarifikasi melalui teknologi informasi, tujuan dari klarifikasi melindungi para pihak, untuk memberikan keadilan, memastikan apakah laporan itu bisa dibuktikan pelapor atau tidak,” ungkap Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu itu.

Dewi melanjutkan, proses klarifikasi secara tatap muka langsung atau menggunakan teknologi informasi dengan memperhatikan berita acara (BA) klarifikasi dapat dikirimkan kepada para pihak yang akan diklarifikasi. Selanjutnya, pihak yang akan diklarifikasi memberikan surat pernyataan bersedia diklarifikasi melalui teknologi informasi, dan dilakukan perekaman.

Di tengah masa pandemi, Dewi menuturkan pihaknya mengatur ulang program penanganan pelanggaran pilkada. Selain membangun sistem penanganan pelanggaran berbasis teknologi informasi, peraturan bersama Sentra Gakkumdu dengan Kepolisian dan Kejaksaan juga akan direvisi.

“Saya kira ini beberapa penyesuaian-penyesuaian yang kami lakukan agar nanti pilkada yang dilakukan dimasa covid-19 ini tidak mengurangi kualitasnya," papar dia.
(Sumber: mediaindonesia.com)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us