Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


 
Pilkada Serentak: Bawaslu Sarankan Kampanye Pilkada 2020 Digelar Virtual PDF Print E-mail
10 Mei 2020 - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), menyarankan metode kampanye tatap muka dihapuskan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.  Penyelenggaran pesta demokrasi tersebut harus tetap menaati protokol penanganan virus korona (covid-19).

  "Masih mungkin (mengubah) model kampanye konvensional, kebetulan peraturan KPU (PKPU) juga masih dibahas," ujar Anggota Bawaslu Mochammad Affiuddin dalam diskusi virtual bertajuk diskursus pelaksanaan pilkada serentak di era pandemi, Minggu, 10 Mei 2020.

  Menurut dia, model kampanye dapat diubah melalui media sosial atau aplikasi berbasia daring. Dia menyakini model tersebut akan mengalami tantang baru dalam sisi pengawasan agar tidak ada peserta yang menyalahi aturan.

"(Ada) tuntuntan dan tantangan berbeda melibatkan banyak platfrom untuk mengawasi (kampanye)," ujar dia.

  Affiuddin mengatakan Pilpres 2019 dapat menjadi contoh untuk memetakan persoalan saat kampanye di media sosial. "Sebagaimana kemeriahan pada Pemilu 2019 kemarin. (Akhirnya) sangat tergantung dengan teman-temann KPU," tutur dia.

Sebelumnya, Senior Program Manager International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA) Adhy Aman menyarankan pemerintah mempelajari sistem pemilu di Korea Selatan untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Negeri Ginseng dianggap sukses menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi virus korona (covid-19).

  "Korea Selatan bisa dijadikan pembelajaran," kata Adhy Aman dalam telenconference, Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

  Adhy mengatakan pemerintah Korea Selatan rutin berkomunikasi dengan publik lewat berbagai cara. Misalnya, menggunakan Youtube dan aneka infografis untuk menarik perhatian.

  Pandemi covid-19, lanjut dia, juga memengaruhi cara kampanye peserta pemilu lantaran tidak bisa berkerumun. Mereka berlomba-lomba menarik simpati masyarakat dengan realitas tertambah atau augmented reality (AR), membuat konten di media sosial, hingga berlari sejauh 400 kilometer.
(Sumber: medcom.id)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us