Pilgub Sulut: Perang Olly Dondokambey dan Maya Rumantir PDF Print E-mail
27 Agustus 2015 - Sabtu subuh, sekitar pukul 01.00, sebuah pesawat terbang umum dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, mengangkut Bendahara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus anggota DPR Olly Dondokambey dan anggota Dewan Perwakilan Daerah Maya Olivia Rumantir.

Tidak terjadi perjumpaan langsung antara Olly dan Maya di dalam pesawat itu. Maya lebih dahulu masuk ke pesawat dan disusul oleh Olly. Tempat duduk kedua orang ini agak berjauhan. Maya di belakang dan Olly di depan.

Di Bandara Sam Ratulangi, keduanya juga tidak sempat berjumpa. Keduanya disambut para pendukungnya. Sementara itu, di segala penjuru tempat di Sulut sudah penuh dengan pajangan baliho, spanduk, atau umbul-umbul dengan foto besar para calon gubernur, wakil gubernur, wali kota, dan bupati yang akan berlaga dalam pilkada 9 Desember 2015.

Selasa, 25 Agustus, pagi sekitar pukul 09.00 waktu Indonesia bagian tengah (Wita), keduanya berjumpa di ruang pertemuan Hotel Sutanraja di Maumbi, Minahasa Utara, Sulut. Keduanya mengikuti acara pencabutan nomor urut pasangan calon gubernur-wakil gubernur untuk pemilihan kepala daerah/gubernur-wagub.

Sehari sebelumnya, Senin, 24 Agustus, malam sidang pleno Komisi Pemilihan Umum Sulut di Manado mengumumkan lolosnya dua pasangan calon gubernur-wagub Sulut, yakni Olly Dondokambey-Steven Kandouw (Ode-SK) dan Maya Rumantir-Glenny Kairupan. Steven Kandouw sebelum resmi menjadi calon wagub pendamping Olly menjabat sebagai Ketua DPRD Sulut. Dia salah satu tokoh PDI-P Sulut. Sementara Glenny Kairupan adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI.

Pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw dalam pencabutan nomor urut mendapat nomor satu (1), sedangkan Maya Rumantir-Glenny Kairupan mendapat nomor dua (2).

Di Balik Mereka

Sulut yang berpenduduk sekitar 2,3 juta orang kurang dari separuhnya berpotensi menjadi pemilih dalam pilgub ini. Sulut jauh dari Jakarta. Namun, pertarungan antara Olly dan Maya akan menarik perhatian apabila dilihat siapa yang ada di balik mereka.

Olly, lahir di Manado, 18 November 1961, politisi kawakan yang namanya sedang dalam proses melegendaris. Sementara Maya, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 2 April 1964, adalah artis terkenal tahun 1970-an sampai 1980-an.

Olly adalah tokoh PDI-P yang dekat dengan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. Tiga kali ia terpilih menjadi anggota DPR dengan daerah pemilihan Sulut. Dalam Pemilu Legislatif 2014, ia berhasil mengumpulkan 237.620 suara untuk menjadi anggota DPR periode 2014-2019, sementara Maya mengumpulkan 206.496 suara untuk menjadi anggota DPD 2014-2019.

Olly didukung oleh PDI-P, Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Maya didukung Partai Demokrat yang dipimpin Presiden RI 2004-2014 Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin calon presiden 2014, Prabowo Subianto.

Dalam konteks ini, Sulut menjadi panggung tinggi. Kamis, 27 Agustus, ini kampanye damai dimulai. Seluruh Indonesia akan menonton dan berkomentar.

Selamat menyaksikan. Tabea! (Sumber: Kompas)

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us