Pilkada Serentak: Polri Tingkatkan Pengamanan PDF Print E-mail
24 Agustus 2015 - Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Badrodin Haiti memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan pengamanan terkait pemilihan kepala daerah serentak. Peningkatan pengamanan ini dimulai sejak penetapan calon pada Senin (24/8) hari ini hingga proses penghitungan suara pada Desember mendatang.

Perhatian khusus, lanjut Badrodin, akan diberikan kepada daerah seperti Bima dan Dompu di Nusa Tenggara Barat, Tolikara (Papua), dan Nias Selatan (Sumatera Utara).Ini karena daerah itu memiliki sejarah konflik dalam pelaksanaan pilkada. Daerah yang pernah bersinggungan dengan konflik sosial politik, seperti Maluku, Papua, dan Poso (Sulawesi Tengah), juga mendapatkan perhatian lebih.

Untuk pengamanan pilkada serentak, Polri mengerahkan 255.362 anggotanya di seluruh Indonesia, dengan 3.929 personel dikerahkan dari Markas Besar Polri.

Terkait pengamanan ini, Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, Sabtu lalu, menggelar simulasi pengamanan di tempat pemungutan suara. "Kami ingin semua anggota Polresta siap mengamankan pelaksanaan pilkada serentak," kata Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana.

Mundur

Ketua KPU Kota Denpasar I Gede John Darmawan menuturkan, pihaknya akan membuka kembali pendaftaran bakal calon peserta pilkada. Pasalnya, hanya ada satu pasangan calon peserta pilkada yang dinyatakan memenuhi persyaratan.

KPU Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, juga akan memperpanjang pendaftaran calon peserta pilkada. Hal ini dilakukan setelah Rasta Wiguna, bakal calon wakil bupati dari pasangan yang diusung oleh PDI-P, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Nasdem, menyatakan mundur. Akibatnya, hanya ada satu calon yang terdaftar di KPU Indramayu, yakni pasangan Anna Sophanah-Supendi yang diusung Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra, dan Demokrat.

Anggota KPU Jabar, Endun Abdul Haq, Minggu, mengatakan, perpanjangan pendaftaran itu akan dilakukan pada 28-30 Agustus. "Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 9 dan 12 Tahun 2015, jika peserta pilkada kurang dari dua pasangan, maka KPU di daerah membuka kembali kesempatan pendaftaran bagi calon lainnya. Satu kali kesempatan pendaftaran itu diharapkan bisa dimanfaatkan parpol yang bisa mengajukan calon agar mengusung kadernya," kata Endun.

Apabila sampai masa perpanjangan pendaftaran tidak ada pasangan calon lain yang mendaftar, pilkada di Kabupaten Indramayu akan diundur pada tahun 2017.

Keluarga

Rasta yang berpasangan dengan Toto Sucartono menyatakan mundur pada Sabtu lalu. Keputusan mundur itu disampaikan Rasta secara resmi melalui surat pengunduran diri yang dia berikan langsung kepada KPU Indramayu.

Rasta mengatakan mundur dari pencalonan karena tidak mendapatkan izin dari keluarga. "Saya tidak mendapatkan izin dari keluarga. Tidak ada alasan lain," ujar Rasta singkat.

Rasta menyebutkan hubungannya dengan Toto baik-baik saja. Prosedur pengunduran dirinya juga telah diurus melalui partai.

Secara terpisah, Sekretaris DPD PDI-P Jawa Barat Abdi Yuhana mengatakan, pihaknya menghargai keputusan Rasta itu. Namun, ia menyebut keputusan mundur itu sebagai keputusan sepihak Rasta dan PKB, bukan berdasarkan kesepakatan dengan PDI-P selaku partai koalisi pengusung Toto-Rasta.

"Kami menghargai keputusan mundur tersebut. Namun, kami juga berhak bertanya tentang alasan apa yang mendasari beliau mundur dari pencalonan ini," katanya.

Ketua KPU Indramayu Hadi Ramdlan mengatakan, pada 25-27 Agustus akan diadakan sosialisasi pengunduran diri Rasta dan pengubahan jadwal tahapan Pilkada Indramayu. (Sumber: Kompas)

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us