Pilkada Serentak: KPU Siapkan Pendaftaran Calon Tambahan PDF Print E-mail
20 Agustus 2015 - Komisi Pemilihan Umum akan membuka lagi masa pendaftaran calon bagi daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon kepala daerah. Berbeda dengan tambahan waktu untuk tujuh kabupaten dan kota yang sedari awal hanya memiliki pendaftar tunggal, perpanjangan masa pendaftaran ini hanya bisa dimanfaatkan daerah dengan kandidat tunggal pasca-penetapan calon kepala daerah.

Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, mengatakan tambahan masa pendaftaran tersebut untuk mencegah mundurnya pelaksanaan pilkada di daerah yang setelah tahap verifikasi hanya menyisakan satu calon. "Bukan tak mungkin pula ada daerah yang tak punya calon lantaran seluruh kandidat tak lolos verifikasi," kata Hadar di kantornya kemarin.

Hadar menjelaskan, hingga kini KPU daerah di 265 daerah pemilihan masih mengkaji kelengkapan berkas yang diajukan masing-masing kandidat. Hasil verifikasi berupa penetapan calon baru diumumkan pada 24 Agustus, Senin pekan depan. Setelah itu, jika ada daerah dengan calon tunggal atau tanpa calon, perpanjangan waktu diberikan selama tiga hari. Sebab, sesuai dengan tahapan pilkada, masa kampanye akan dimulai pada 27 Agustus 2015. "Bila tetap tak ada yang mendaftar, otomatis pilkada di daerah tersebut diundur jadi 2017," ujarnya.

Sebelumnya, empat dari 269 daerah pemilihan dipastikan batal menggelar pilkada serentak tahun ini lantaran hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar. Empat daerah tersebut adalah Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat, Kabupaten Blitar di Jawa Timur, Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat, serta Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur. Empat daerah tersebut baru bisa menggelar pilkada serentak pada tahap selanjutnya, yakni 2017.

Menurut komisioner KPU lainnya, Arief Budiman, saat ini terdapat sedikitnya tiga daerah yang terindikasi bakal memiliki satu pasangan calon. Ketiganya termasuk dalam 81 daerah yang hanya memiliki dua pasangan calon pendaftar. Namun Arief enggan merinci daerah tersebut.

Arief hakulyakin dalam verifikasi tak akan banyak calon kepala daerah yang gugur. "Saya yakin jumlahnya tak akan melebihi dua persen, yaitu sekitar enam, dari total seluruh daerah yang ikut pilkada," ujarnya. Salah satu daerah yang dipastikan bakal menggelar pendaftaran calon tambahan adalah Kota Denpasar, Bali, karena salah satu bakal calon yang telah mendaftar mendadak mengundurkan diri setelah masa pendaftaran ditutup.

Peneliti pada Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, Titi Anggraini, tak yakin bakal banyak calon yang mendaftar selama masa tambahan pendaftaran pasca-penetapan calon. Sebab, sesuai dengan peraturan KPU, partai maupun gabungan partai yang telah mendaftarkan calon pada tahap sebelumnya tak boleh menyodorkan calon baru.

Titi berharap pemerintah dan parlemen segera membuat solusi permanen untuk mengantisipasi munculnya calon tunggal dalam pilkada. Cara yang paling tepat, menurut Titi, melalui revisi Undang-Undang tentang Pilkada, setidaknya secara terbatas. "Hanya saja, untuk revisi terbatas perlu komitmen dan iktikad semua pihak agar pembahasannya cepat," ujar Titi. (Sumber: Tempo)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us