DKPP Minta KPUD Terbuka, Panwaslu Kabupaten Bantul Temukan Indikasi PNS Tidak Netral PDF Print E-mail
20 Agustus 2015 - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu paling banyak menerima pengaduan terkait dengan pemilihan kepala daerah pada tahapan pencalonan. DKPP meminta Komisi Pemilihan Umum daerah terbuka saat menetapkan bakal calon peserta Pilkada 2015.

Penetapan tahap pertama pada Senin (24/8) dilaksanakan untuk 262 daerah. Sementara untuk tiga daerah yang mengalami dua kali pendaftaran kembali, penetapan pasangan calon dijadwalkan pada Minggu (30/8).

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Nur Hidayat Sardini, mengatakan hal ini di Jakarta, Rabu (19/8). Hidayat meminta KPU daerah mempersiapkan argumen hukum penyebab pasangan bakal calon peserta pilkada tidak lolos. "Juga mengapa pasangan bakal calon dinyatakan memenuhi syarat," kata Hidayat.

Menurut dia, berdasar pengalaman pada kasus pilkada menjelang Pemilihan Umum Legislatif 2014, mayoritas laporan yang diterima DKPP berpusat pada tahapan pencalonan. Bahkan, jumlah laporan mulai naik dari 4 (Juli) menjadi 19 (Agustus).

Pada bulan Juli, pelaporan didominasi pasangan bakal calon perseorangan, Sementara pada Agustus didominasi aduan dari pasangan bakal calon dari partai politik.

"KPU daerah harus mampu menunjukkan bukti di mana tidak lengkapnya sehingga ada pasangan bakal calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, KPU masih menunggu laporan putusan hasil verifikasi dari setiap KPU daerah. Kendati verifikasi berkas untuk calon dari partai politik sudah selesai pada Jumat (14/8), penetapan pasangan calon tetap dilakukan serentak bersama calon dari jalur perseorangan pada 24 Agustus.

Pemilih Lintas Daerah

Husni juga menyampaikan bahwa KPU daerah akan tetap mengakomodasi para pemilih yang berpindah domisili menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur di sembilan provinsi pada pilkada serentak. Menurut Husni, pemilih yang berpindah kabupaten atau kota yang masih dalam satu provinsi tetap bisa memilih untuk pemilihan gubernur. Namun, pemilih untuk pemilihan bupati atau wali kota yang berpindah domisili ke kabupaten/kota lain tidak bisa menggunakan hak pilihnya di daerah itu.

"Calon pemilih yang tidak berada di daerah asalnya untuk jangka waktu lama agar memberi tahu kepada petugas Panitia Pemungutan Suara agar mereka tidak lagi masuk daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap di daerah itu. Ini gunanya untuk menghemat biaya juga," katanya.

Sementara dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Bantul menemukan indikasi ketidaknetralan pegawai negeri sipil dalam Pilkada Bantul. Indikasi itu antara lain kehadiran PNS dalam deklarasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul.

"Kami masih mengkaji indikasi ketidaknetralan ini," kata Ketua Panwaslu Bantul Supardi di sela-sela Rapat Koordinasi Fasilitasi Sentra Penegakan Hukum Terpadu untuk Pilkada 2015 di Yogyakarta.

Pilkada Bantul diikuti dua pasangan calon, yakni Sri Surya Widati dan Misbakhul Munir yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasdem, dan Partai Golkar, serta Suharsono dan Abdul Halim yang didukung Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa. Sri Surya Widati merupakan Bupati Bantul periode 2010-2015 sekaligus istri Idham Samawi, Bupati Bantul periode 1999-2010.

Supardi menjelaskan, saat deklarasi pasangan Widati-Munir pada 14 Juni 2015, sejumlah PNS Pemkab Bantul ikut hadir. Sebagian dari PNS yang hadir adalah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkab Bantul dan camat di wilayah Bantul.

Anggota Badan Pengawas Pemilu DI Yogyakarta, Sri Rahayu Werdiningsih, menyatakan, laporan dan rekomendasi dari Panwaslu Bantul akan diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

"Jadi, dugaan pelanggaran ini belum menjadi ranah Panwaslu sehingga kami melalui Bawaslu RI menyerahkan penanganannya kepada Kementerian PAN dan RB," kata Sri. (Sumber: Kompas)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us