HUT ke-70 RI, Parpol Menjadi Bagian dari Persoalan Bangsa PDF Print E-mail
19 Agustus 2015 - Hingga 70 tahun usia kemerdekaan Indonesia, partai politik belum bisa berperan optimal dalam mengupayakan terwujudnya cita-cita bangsa. Parpol justru menjadi bagian dari persoalan, bukan solusi bagi bangsa.

Pada saat yang sama, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Selasa (18/8), politik juga menjadi sangat transaksional dan garang. Ini menunjukkan politik mulai kehilangan bingkai keadaban dan spiritualitas.

Pengajar STF Driyarkara, Jakarta, Franz Magnis-Suseno, menilai, kini parpol malah jadi beban bagi kehidupan demokrasi.

"Parpol seperti hanya terdiri atas orang-orang yang mencari kesempatan berpolitik, bahkan kadang untuk memperkaya diri. Jadi, dari demokrasi kita, unsur yang paling lemah justru parpol dan kalau itu tidak bisa diperbaiki, kita akan mengalami masalah dengan demokrasi kita," tuturnya.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman mengatakan, parpol belum mampu mengagregasi seluruh aspirasi rakyat. Elite parpol sibuk dengan kepentingannya sendiri sehingga pilar utama demokrasi itu justru menjadi bagian dari persoalan.

Demokrasi Internal

Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mengatasi masalah ini, menurut Irman, adalah mendorong terwujudnya demokratisasi di bagian internal parpol. Jika parpol sudah demokratis, kualitas demokrasi di Indonesia akan semakin matang.

Kualitas demokrasi yang meningkat akan berdampak pada semakin banyaknya aspirasi masyarakat yang tersalurkan. "Jika banyak aspirasi yang tersalurkan, kesejahteraan masyarakat juga akan semakin baik," ujarnya.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengakui, parpol belum berperan optimal dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Elite politik dan pejabat negara juga belum memberikan contoh yang baik dalam hal penegakan etika dan kesantunan politik.

"Partai masih terjebak pada kepentingannya sendiri, pemikiran pragmatis dan jangka pendek. Partai belum menjalankan fungsinya dalam memastikan demokrasi berlangsung lancar di Indonesia," ujar Surya Paloh.

Terkait dengan hal ini, lanjutnya, parpol memang harus introspeksi. Peringatan 70 tahun kemerdekaan RI jadi momentum bagi elite politik untuk berkaca.

Penyakit paling parah elite politik saat ini adalah menganggap diri sendiri paling benar. "Padahal, bagaimana demokrasi mau efektif ketika elitenya tidak mau mengaku, menertawakan, dan belajar dari kesalahannya sendiri? Sekarang ini semua saling menyalahkan satu sama lain," ucapnya. (Sumber: Kompas)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us