Reshuffle Kabinet: Perombakan Kabinet yang Akhirnya Terealisasi PDF Print E-mail
13 Agustus 2015 - Perombakan kabinet yang direncanakan hampir tiga bulan lalu oleh Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (12/8) siang, akhirnya dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Dari 34 menteri Kabinet Kerja yang dilantik Presiden Jokowi pada 27 Oktober 2014, tiga menteri koordinator, dua menteri, dan seorang pejabat setingkat menteri terpaksa harus diganti.

Mereka yang diganti adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Menurut Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, seusai pelantikan menteri di Istana Negara, para menteri yang akan diganti memang sudah dipanggil dan diberi tahu alasannya. "Masing-masing menteri yang akan diganti dipanggil, lalu diberi tahu alasan pergantiannya," kata Teten.

Bahkan, Presiden Jokowi yang didampingi Jusuf Kalla serta Mensesneg Pratikno berharap, meskipun mereka diganti, pertemanannya secara pribadi diharapkan tetap terjaga.

Khusus untuk Indroyono Soesilo, Jokowi terpaksa meneleponnya karena tengah bertugas di Papua. "Karena ingin tuntas, Pak Presiden terpaksa kontak melalui telepon," kata Teten.

Menurut dia, semua menteri bisa menerima keputusan Presiden. Pasalnya, perombakan kabinet, selain kebutuhan konsolidasi, juga respons atas dinamika perekonomian global yang berdampak pada ekonomi dalam negeri. Perombakan kabinet juga bagian dari perbaikan manajerial pemerintah untuk memperkuat sinergi dan koordinasi kementerian. "Ini untuk menghadirkan pemerintahan yang profesional dan berwibawa," katanya.

Adapun terkait pemberitahuan kepada calon menteri yang diganti, Teten mengaku baru Rabu pagi para menteri diberi tahu untuk hadir dalam pelantikan. Sebelumnya, sebagian calon menteri pengganti ada yang sudah diundang Presiden untuk bertemu dan mendapat pengarahan terkait dengan tugasnya.

Rizal Ramli yang menggantikan Indroyono membenarkan dihubungi Presiden untuk diminta menjadi Menko Kemaritiman pada Rabu pagi. Awalnya dia menolak tawaran itu. Namun, akhirnya hatinya luluh saat Jokowi menyatakan bahwa yang meminta adalah rakyat Indonesia.

"Saya bukan orang yang mengejar jabatan. Zaman dulu saya juga menolak ditawari menteri. Tapi, karena Pak Jokowi sungguh-sungguh minta saya untuk bergabung dan dia juga mengatakan yang minta ini rakyat Indonesia karena kita ini memang kondisinya banyak masalah. Begitu Pak Jokowi ngomong begitu, saya lemes dan memutuskan mau membantu Presiden," katanya.

Meski sudah masuk dalam Kabinet Kerja, Rizal yang pernah menjabat Menko Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid ini mengaku akan tetap kritis terhadap pemerintah. "Kamu, kan, kenal saya kapan, di mana pun berada kan (sikapnya)?" tutur Rizal.

Hari Kamis pagi ini, Rizal baru serah terima jabatan dengan Indroyono karena saat pelantikan di Istana, Indroyono baru transit di Denpasar, Bali, dalam perjalannya dari Papua.

Tingkatkan Kinerja

Andi Widjajanto yang dicopot dari jabatan Sekretaris Kabinet mengaku diberi tahu langsung Presiden dan Wapres, Selasa (11/8) malam. "Pak Jokowi memanggil dan menyampaikan ada kebutuhan untuk meningkatkan kinerja kabinet," katanya.

Merespons Presiden, Andi bisa memahami keputusan pemberhentian dirinya. "Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang luar biasa untuk mendampingi Presiden dan Wapres selama 10 bulan ini dan meminta maaf atas kesalahan saat bertugas," kata Andi seusai serah terima jabatan di kantor Sekretariat Kabinet, Rabu siang.

Setelah tidak menjabat, Andi ingin beristirahat dan berlibur bersama keluarga. Seusai serah terima jabatan, Andi kembali mengenakan topi yang menjadi ciri khasnya saat sebelum menjadi Seskab. Ia lalu meninggalkan Setkab menggunakan mobil Mini Cooper miliknya.

Lain lagi cerita Pramono Anung, mantan Sekretaris Jenderal PDI-P, yang menggantikan Andi. Dia sudah tahu diminta Presiden di Kabinet Kerja tiga minggu sebelum pelantikan. Dia pun mendapatkan izin dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Tanpa ragu, Pramono pun menerima tawaran Presiden. Adapun Luhut Binsar Pandjaitan yang ditunjuk menjadi Menko Polhukam akhirnya dapat menerima karena ia juga harus merangkap sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Thomas Lembong yang menjadi Menteri Perdagangan mengaku terkejut saat ditawari Jokowi. (Sumber: Kompas)

 

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us