Reshuffle Kabinet: Kabar Pencopotan Menjelang Magrib PDF Print E-mail
13 Agustus 2015 - Teka-teki perombakan kabinet yang dua bulan terakhir menghangatkan suhu politik nasional terjawab dua hari lalu. Kelangkaan daging dan harga bahan pangan yang melonjak, juga kian lesunya ekonomi akibat rupiah yang makin lampus, membuat Presiden Joko Widodo membatalkan agenda di Istana Bogor.

Sejak Februari lalu Jokowi memusatkan kegiatannya di Istana Bogor. Ia bertolak ke Jakarta dan memanggil Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Ada beberapa isu yang dibahas," kata Teten Masduki, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, kemarin.

Pelbagai isu yang membuat popularitas pemerintah kian ambles itu mengerucut pada perombakan kabinet. Jokowi sudah memanggil banyak orang dan menandai menteri-menteri yang akan diganti sejak Juni lalu. Reshuffle kian mengemuka pada pertengahan Ramadan. Tapi Jokowi memilih menundanya setelah Lebaran.

Situasi semakin pelik. Kemarin rupiah menyentuh Rp 14 ribu per dolar Amerika Serikat. Ekonomi di ambang krisis akibat Yunani yang bangkrut dan Cina mendevaluasi yuan. Maka tak ada pertimbangan lain kecuali Jokowi memanggil menteri-menteri yang hendak ia ganti.

Menurut Teten, yang selalu berada di sisi Presiden selama dua hari itu, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto yang pertama dipanggil. Lalu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Adrinof Chaniago.

Teten dan Menteri-Sekretaris Negara Pratikno menjadi saksi bagaimana Jokowi dan Kalla menyampaikan tanpa ragu menteri-menteri itu akan diganti menjelang magrib. Mereka dipanggil satu-satu. "Presiden menyampaikan alasan kenapa mereka diganti," kata Teten.

Baru pada sekitar pukul 20.00 menteri-menteri itu keluar Istana. Menurut Teten, Jokowi ingin perombakan selesai malam itu juga. Ia pun menelepon Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Susilo yang tengah berada di Papua.

Andi Widjajanto memberikan konfirmasi soal cerita Teten. Meski sudah lama masuk radar bakal dicopot karena acap memberikan pernyataan kontroversial, ia baru tahu jabatannya selesai saat dipanggil itu. "Bapak Presiden dan Wapres menyampaikan terima kasih dan minta maaf," katanya. (Sumber: Tempo)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us