Pilkada Serentak: Pelajari UU dan Jangan Main "Game" PDF Print E-mail
12 Agustus 2015 - Kepolisian turut berperan penting dalam mewujudkan kesuksesan pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015. Terkait hal ini, Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, Selasa (11/8), memberikan pembekalan kepada jajarannya. Di atas podium, Kapolri, yang didampingi Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan dan Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, tampil berbicara kepada sekitar 200 pemimpin kepolisian daerah dan kepolisian resor.

Menurut Kapolri, Pilkada 2015 adalah ujian kredibilitas Polri sebab inilah pertama kali pilkada serentak dilangsungkan di Tanah Air, dengan tingkat kerawanan tinggi.

Oleh karena itu, Kapolri meminta semua anggota kepolisian di daerah berupaya maksimal dan mengerahkan seluruh tenaga untuk memastikan pilkada di daerahnya aman. Kehadiran posko pengamanan yang bagus, menurut Badrodin, tidaklah cukup kalau tidak dibarengi dengan keinginan kuat dari polisi.

Kapolri bahkan menegaskan, pengamanan pilkada merupakan satu bentuk penilaian kinerja bagi kapolda dan kapolres, yang dilakukan sejak proses pendaftaran calon berlangsung.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri meminta klarifikasi kepada Kapolres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jules Abraham Abast terkait pengamanan proses pendaftaran pilkada di daerah itu, akhir Juli lalu, yang berakhir dengan keributan di kantor KPU.

Dari atas podium, Badrodin pun memanggil Abraham. Mendengar panggilan Kapolri, Abraham dari tempat berdirinya langsung menjawab, "Siap, Pak Jenderal."

Kepada Abraham, Kapolri mengajukan pertanyaan, "Sudah pernah baca Undang-Undang Pilkada?"

"Siap...," jawab Kapolres Manggarai Barat.

"Kalau begitu saya tanya. Kalau mengumumkan hasil quick count (hitung cepat) pada hari yang sama (pelaksanaan pilkada), apa itu masuk pidana?" lanjut Kapolri.

Atas pertanyaan itu, Abraham hanya diam. "Saya tanya lagi, money politics (politik uang) bisa pidana, tidak? Siapa yang bisa, silakan angkat tangan," kata Badrodin lagi, yang membuat suasana di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, seketika sunyi. Tak satu pun yang menjawab pertanyaan Kapolri.

Badrodin lalu melanjutkan pengarahannya. Ia memerintahkan agar semua anggota kepolisian membaca UU Pilkada. Bagi Kapolri, pemahaman dasar hukum dan penegakan hukum sangat diperlukan untuk mengawasi pilkada.

Pada kesempatan tersebut, Badrodin menanyakan soal anggaran pengamanan. "Apakah ada yang merasa anggarannya belum mencukupi? Kalau ada, mohon angkat tangan," tanya Kapolri. Namun, seperti sebelumnya, tak ada jawaban dari para kapolda dan kapolres yang hadir di ruangan tersebut.

Kapolri pun kembali melanjutkan pengarahannya. Ia meminta para kapolda dan kapolres untuk mengetahui tugas pengamanan, ancaman keamanan, lokasi yang berpotensi dengan gangguan keamanan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak di wilayahnya.

Bantu Distribusi Logistik

Ia meminta jajaran kepolisian membantu distribusi logistik pilkada dengan kendaraan yang dimiliki. Polisi juga harus menjaga netralitas dan tidak segan melakukan penindakan hukum terhadap tindak pidana yang terjadi selama pilkada.

Pengamanan polisi jangan sekadar hadir di lapangan, tetapi harus siap dengan segala ancaman yang terjadi. "Kalau duduk-duduk di warung dan main telepon genggam diperbolehkan, itu namanya bukan pengamanan," ujarnya.

"Saya harap tidak ada lagi anggota sempat main game di telepon genggam. Kalau begitu, bagaimana bisa melakukan pengamanan? Bagaimana tahu ada orang yang membawa bom? Bahkan, karena itu (main game) mertua lewat pun mereka tidak tahu," tutur Badrodin.

Kendati tidak ada tanya jawab langsung soal teknis pengamanan pilkada, pembekalan dari Kapolri kepada para kapolda dan kapolres itu diharapkan bisa diwujudkan di lapangan. Sebab, keberhasilan pilkada serentak perdana di Tanah Air juga bergantung pada pengamanan yang dilakukan kepolisian di daerah. (Sumber: Kompas)

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us