Pilkada Serentak: Dari Alam 'Mbah Dukun' hingga Dicky Chandra PDF Print E-mail
10 Agustus 2015 - Komisi Pemilihan Umum Pusat memastikan tidak ada penantang calon tunggal yang mendaftar pada hari pertama masa perpanjangan pendaftaran tahap kedua pemilihan kepala daerah. "Hari pertama, khususnya di Jawa Timur, belum ada yang daftar," kata Komisioner KPU Pusat, Arief Budiman, saat melawat ke KPU Surabaya, kemarin.

Hingga masa perpanjangan pendaftaran kepala daerah, masih ada tujuh daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon. Tujuh daerah itu adalah Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat; Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Pacitan di Jawa Timur; Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat; Kota Samarinda di Kalimantan Timur; serta Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, pergerakan partai di daerah tampak mulai ramai mematangkan kesepakatan mengenai calon yang akan mereka usung.

Di Kabupaten Tasikmalaya, hingga kemarin baru ada pasangan inkumben, Uu Ruzhanul Ulum-Ade Sugianto oleh PDIP, Partai Golkar, PAN, dan PKS. Tak aneh bila tim sukses DPC Partai Gerindra gencar memburu figur baru bersanding dengan jagoan yang ada, Nanang Gaosul Adim.

Setelah gagal membujuk penyanyi dangdut Alam, tim sukses Gerindra mendekati pesohor Dicky Candra. "Kita dekati artis Dicky Candra sebagai calon bupati," kata seorang tim sukses Gerindra, Tahyudin. Nanang diplot calon wakil bupati. "Mau tidak mau Nanang di posisi cawabup," ujar Tahyudin. Pembicaraan dimulai kemarin. "Dicky sebagai calon bupati seandainya berkenan maju."

Adapun Partai Kebangkitan Bangsa siap mengajukan calon bupati Oleh Soleh. Kini Oleh menunggu keputusan partai untuk berkoalisi. "Siap 100 persen," tuturnya.

Di Pacitan, misalnya, Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan setempat, Mardiyanto, mengatakan tiga dari lima anggota Koalisi Pacitan Bersatu bakal mendaftarkan calon bupati-calon wakil bupati ke Komisi Pemilihan Umum setempat, hari ini. ''Soal nama, besok (Senin) siang saja saat di KPU. Sekarang masih dipingit,'' katanya kepada Tempo, kemarin petang.

Menurut Mardiyanto, pasangan calon yang masih dirahasiakan itu diusung oleh PDIP, Partai Amanat Nasional, dan Partai Hanura. Ketiga partai politik tersebut telah intens berunding sejak Badan Pengawas Pemilu memberikan rekomendasi ke KPU, pekan lalu.

"Golkar dan Gerindra untuk sementara 'pisah ranjang' dulu. Kami berharap mereka mengikuti kami besok," ujar Mardiyanto. KPB yang terdiri atas PDIP, PAN, Hanura, Golkar, dan Gerindra tidak bubar.

Namun manuver itu tak bulat. Ketua Partai Gerindra Pacitan Rianto mengatakan rencana PDIP, PAN, dan Hanura mendaftarkan kandidat hanya sekadar agar pilkada tak ditunda. "Itu hanya calon boneka karena tanpa kesepakatan anggota koalisi," tuturnya tanpa menyebut nama.

Pasangan kandidat itu tidak bakal mampu menandingi Indartato (bupati inkumben)-Yudi Sumbogo (anggota DPRD Pacitan), yang diusung Partai Demokrat didukung PPP, PKS, dan Partai NasDem.

Gerakan senyap juga terjadi di Kota Mataram. KPU Kota Mataram kemarin belum menerima kedatangan tim bakal calon wali kota-wakil wali kota Mataram dalam waktu perpanjangan 9-11 Agustus.

Ketua Partai Demokrat Kota Mataram Moh. Zaini mengatakan sedang melakukan konsolidasi untuk pengajuan Rosiadi Husaini Sayuti-M. Nur Said Kasdiono (RIDO) yang sudah diumumkan pada 28 Juli lalu. "Kami masih siapkan berkasnya," ujarnya. Soal waktu dibicarakan dengan PDIP dan Gerindra sebagai partai pengusung. (Sumber: Tempo)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us