Pilkada Serentak: Umumkan Parpol Penghambat PDF Print E-mail
9 Agustus 2015 - Partai politik yang sengaja menghambat pemilihan kepala daerah serentak perlu diumumkan kepada publik. Dengan demikian, partai yang tidak mengajukan calon kepala/wakil kepala daerah akan dinilai negatif dan mendapat sanksi moral serta kehilangan kepercayaan publik.

Jika partai politik kehilangan kepercayaan, menurut Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, hal tersebut akan berpengaruh terhadap pemilihan umum selanjutnya.

Menurut dia, parpol-parpol sebetulnya telah menyiapkan calon kepala/wakil kepala daerah untuk ketujuh daerah. Namun karena lawan yang dihadapi tangguh, calon dan partai urung mendaftar ke KPU setempat. Mereka lebih memilih pilkada ditunda tahun 2017 dengan harapan saat itu lawan tidak lagi tangguh karena tak lagi menjabat kepala/wakil kepala daerah.

Dalam konteks ini, lanjut Sebastian, partai harusnya bertindak tegas. Tindakan tegas itu berupa memberikan sanksi bagi calon yang telah direkomendasikan oleh partai, tetapi kenyataannya calon itu tidak mendaftar di KPU, hanya karena calon takut berkompetisi melawan calon lain yang lebih tangguh.

"Calon itu berarti mempermainkan partai. Partai harus memberi sanksi, setidaknya tidak akan mengusung calon itu di pilkada selanjutnya dan mengumumkannya kepada publik sehingga partai lain pun tidak akan mengajukan calon itu pada pilkada," ujar Sebastian seusai diskusi bertajuk "Retaknya Pilkada Serentak", Sabtu (8/8) di Jakarta.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Muhammad Arwani Thomafi, sependapat jika partai memang terindikasi sengaja menghambat pilkada dengan tidak mengajukan calon, partai tersebut akan mendapat penilaian negatif dari publik.

Namun, dia berharap publik tidak langsung menilai buruk partai yang tidak mendaftarkan calon. Alasannya, bisa saja hal itu tidak dilakukan karena upaya menjalin kerja sama dengan partai lain tidak berhasil. "Padahal kerja sama itu penting untuk memenuhi syarat ambang batas untuk mendaftarkan pasangan calon," katanya.

Diberi Kesempatan

Mulai hari ini, Minggu (9/8), hingga Selasa (11/8), partai politik atau gabungan partai kembali diberi kesempatan mendaftarkan pasangan calon kepala/wakil kepala daerah pada pilkada di tujuh kabupaten/kota.

Seperti diberitakan, masa pendaftaran dibuka kembali oleh KPU atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu karena jumlah pasangan calon yang mendaftar di tujuh daerah itu kurang dari dua sekalipun KPU sudah memperpanjang masa pendaftaran.

Ketujuh kabupaten/kota adalah Kabupaten Blitar, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kota Mataram, Kota Samarinda, dan Kota Surabaya.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, jika selama masa perpanjangan pendaftaran tetap tak ada yang mendaftar, pihaknya sepakat dengan KPU untuk menunda pilkada di 7 daerah ke pilkada gelombang kedua tahun 2017.

Menurut Fadli, peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu), yang bisa menjadi dasar hukum pilkada tetap digelar tahun ini sekalipun pasangan calon hanya satu, tidak mendesak dikeluarkan oleh Presiden. Alasannya, tidak ada kegentingan yang memaksa sebagai syarat perppu. "Oleh karena, dari 269 daerah, hanya 7 yang berpotensi ditunda ke 2017," katanya.

Di Surabaya, Jawa Timur, Komunitas gabungan parpol yang menamakan dirinya Koalisi Majapahit (Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKB, PAN, Partai Golkar, dan PKS) mempersoalkan SK KPU No 449/2015 tentang perpanjangan pendaftaran pilkada serentak di Surabaya.

Koordinator Koalisi Majapahit AH Toni menyatakan, pihaknya tak bisa mendukung surat perpanjangan pendaftaran itu karena hal itu melangkahi kewenangan yang dimiliki KPU. Pihaknya mempertimbangkan membawa surat KPU itu ke pengadilan,

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum berharap pilkada di Tasikmalaya tetap digelar sekalipun hanya diikuti satu pasangan calon. "Hargai hak politik kami," ujarnya. (Sumber: Kompas)

 

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us