Pilkada Serentak: Momentum Partai Hapus Kesan Negatif PDF Print E-mail
8 Agustus 2015 - Pembukaan kembali pendaftaran pilkada di tujuh daerah yang masih memiliki satu pasang bakal calon menjadi momentum bagi partai politik yang belum mendaftar untuk menghapus kesan negatif yang ditudingkan kepada mereka.

Atas alasan itu, Partai Golkar tetap mengusung pasangan Jafar Abdul Gaffar-Dayang Donna Faroek dalam Pilkada Samarinda untuk menghadapi petahana.

"Ini kesempatan ketiga untuk parpol. Tak ada alasan untuk tidak ikut pilkada. Kami masih terus berkomunikasi dengan dia (Gaffar) untuk mengingatkan lagi hak politik dan tanggung jawabnya sebagai kader. Dia sudah menerima mandat partai, dan ini perintah," ujar Dahri Yasin, Ketua Tim Pilkada Golkar Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (7/8).

Gaffar yang juga Ketua DPRD Samarinda menyiratkan tak berminat maju sebagai calon wali kota Samarinda. Ia bahkan sudah mengajukan pengunduran diri (sebagai calon) ke DPP Golkar. Padahal, Gaffar sudah mengantongi persetujuan dari dua kepengurusan Golkar.

Keengganan Gaffar ikut pilkada dipicu oleh putusan Mahkamah Konstitusi yang mengharuskan anggota legislatif mundur secara permanen jika ditetapkan sebagai calon oleh Komisi Pemilihan Umum.

Namun, Dahri tetap menganggap tak ada alasan bagi Gaffar untuk tidak maju. Apabila di Samarinda tetap hanya terdapat calon tunggal, muncul kesan pasangan lain enggan berhadapan dengan petahana.

Salah satu bakal calon kepala daerah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rijanto, juga berharap perpanjangan pendaftaran mampu menggugah calon lain untuk mendaftar. Ia berharap semua pihak untuk mengedepankan kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan masyarakat.

Rijanto berpasangan dengan Marhaenis Urip Widodo yang diusung PDI-P dan Gerindra. Di Blitar, secara hitungan politik, sebenarnya masih dua atau tiga calon lagi yang bisa diusung oleh parpol. PDIP-Gerindra Kabupaten Blitar saat ini menguasai 18 dari 50 kursi di DPRD. Masih ada PKB yang memiliki 9 kursi di DPRD, PAN 7 kursi, PKS 3 kursi, Nasdem 3 kursi, Golkar 4 kursi, dan PPP 1 kursi.

"Mungkin saat ini partai atau calon lain memiliki alasan sendiri untuk tak mencalonkan. Namun, saya harap jangan tidak mencalonkan karena pembangunan di Kabupaten Blitar bisa terganggu," kata Rijanto, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Blitar.

Bupati Blitar Herry Nugroho berpendapat, tidak adanya calon lain mendaftar pilkada di kabupaten yang dipimpinnya kemungkinan karena masyarakat Blitar sudah memiliki kalkulasi sejak awal. "Calon bupati yang sudah mendaftar adalah wakil saya saat ini. Bisa jadi karena beliau sudah populer dan dikenal, masyarakat merasa sulit untuk menyainginya. Masyarakat sekarang pintar, kalau tidak merasa bisa meraih suara 50 persen atau lebih, mereka tidak akan mencalonkan karena kemungkinan menang kecil," kata Herry.

Mundur

Di Denpasar, Bali, salah satu pasangan calon (dari dua pasangan yang ada) mengundurkan diri. Akibatnya, Pilkada Kota Denpasar 2015 terancam ditunda hingga 2017. Pasangan yang mundur adalah Ketut Suwandhi dan Made Arjaya yang diusung oleh koalisi Partai Golkar, Partai Gerakan Indonesia Raya, dan Partai Demokrat.

Suwandhi menyatakan, mereka tidak melanjutkan proses pilkada lantaran menilai sudah terjadi upaya penggiringan pemilih terhadap satu pasangan calon. Suwandhi juga menyatakan tidak mampu menyelesaikan beberapa persyaratan yang diminta KPU.

"Kami berdua, dengan penuh penyesalan, menyatakan tidak ikut pilkada pada 9 Desember nanti," kata Suwandhi, yang didampingi Arjaya, di hadapan keluarga besarnya dan tim pemenangannya.

Ketua KPU Kota Denpasar I Gede John Darmawan mengungkapkan, pasangan calon Suwandhi memang tak dapat memenuhi syarat administratif. Namun, pihaknya baru akan menetapkan lolos/tidaknya calon pada 24 Agustus.

Dengan mundurnya pasangan Suwandhi-Arjaya, hanya tersisa satu pasangan calon peserta Pilkada Kota Denpasar 2015, yakni Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Gusti Ngurah Jaya Negara. Rai Mantra-Jaya Negara, yang merupakan calon petahana, didaftarkan PDI-P.

Lengkapi Berkas

Di Balikpapan, Kalimantan Timur, dua pasang calon perseorangan, yaitu Abdul Hakim-Wahidah dan Achdian Noor-Abrantinus, kemarin melengkapi berkas syarat dukungan (kartu tanda penduduk/KTP). Kemarin merupakan hari terakhir pengumpulan berkas dukungan.

Pasangan Hakim-Wahidah menyerahkan 91.336 fotokopi KTP. Sementara Achdian-Abrantinus menyerahkan 110.000 fotokopi KTP. Terkait dengan hal itu, Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, pihaknya akan segera memverifikasi syarat dukungan dan mengumumkan hasilnya pada 24 Agustus.

Sementara itu, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga kemarin petang semua bakal calon belum menyerahkan kelengkapan berkas. Ketua KPU Sidoarjo Zainal Abidin mengatakan, pihaknya menunggu hingga tengah malam. (Sumber: Kompas)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us