Pilkada Serentak: Risma: Mimpi Saya Belum Terwujud PDF Print E-mail
8 Agustus 2015 - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan mengakhiri masa jabatannya pada 28 September 2015. Risma bersama Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana pun maju lagi dalam pemilihan kepala daerah Desember 2015 untuk melanjutkan program kerja mereka. Namun, mereka belum juga mendapatkan lawan sehingga Pilkada Kota Surabaya berpeluang diundur hingga tahun 2017. Berikut petikan wawancara dengan Risma, Jumat (7/8), di Surabaya, menyikapi hal ini.

Bagaimana jika tidak ada partai politik yang mengusung calon lain sehingga pilkada terpaksa diundur tahun 2017?

Tidak apa-apa, itu adalah kehendak Tuhan. Dia yang mengatur seperti itu dan pasti yang terbaik. Jika nanti pilkada diundur, saya juga tidak akan kecewa. Sekarang saja saya masih bisa tertawa, kan.

Kalau pilkada diundur, apa yang akan Anda lakukan?

Saya akan punya kesibukan, mungkin swasta, tetapi tak perlu saya ceritakan. Saya juga masih ingin mengajar (di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya), tetapi saya sudah tidak berstatus PNS (Risma sudah menanggalkan status pegawai negeri sipil sebagai syarat mencalonkan diri dalam pilkada).

Apakah Anda masih berniat maju lagi pada 2017?

Nanti, lihat kondisi saja. Lagi pula pada 2017 saya tidak tahu sudah jadi apa, punya kesibukan apa. Sekali lagi itu semua Tuhan yang mengatur. Saya punya prinsip untuk tidak berambisi mengejar jabatan karena ambisi itu hanya akan merugikan diri kita sendiri.

Atau mungkin Anda malah diminta mengisi jabatan yang lebih tinggi, seperti gubernur atau menteri?

Tidak. Saya tidak pernah terpikir seperti itu. Bagi saya, peran sebagai wali kota itu tugas yang paling berat, tetapi justru paling dapat dirasakan. Ketika menjadi wali kota, saya bisa menemukan masalah, mencari jalan keluarnya, mengurusi hal-hal teknis sampai akhirnya masalah itu terpecahkan. Saya lebih senang menjadi wali kota.

Sepertinya Anda masih ingin kembali memimpin Surabaya?

Sekali lagi, itu bukan saya yang mengatur, tetapi Tuhan. Saya memang punya mimpi warga Surabaya jadi sejahtera, tetapi mimpi itu belum terwujud sampai sekarang, sampai nanti masa jabatan saya habis.

Mimpi seperti apa yang Anda maksud? Bukankah sudah banyak program kesejahteraan masyarakat yang Anda buat?

Saya masih ingin semua warga Surabaya dapat mandiri secara ekonomi. Di hari tua pun seharusnya warga tidak bergantung pada orang lain karena sudah ada uang pensiun. Apa pun usaha warga, saya ingin mereka punya uang pensiun. Ini sedang saya kerjakan, tetapi butuh proses. Salah satunya dengan membangun beberapa sentra PKL (pedagang kaki lima).

Sebenarnya program apa lagi yang sedang berjalan dan butuh perhatian lebih?

Ada banyak pekerjaan belum tuntas, terutama infrastruktur, seperti jalan lingkar luar barat, jalan lingkar luar timur, underpass di Jalan Mayjen Sungkono, pembangkit listrik (tenaga) sampah di Tempat Pembuangan Akhir Benowo, dan trem.

Bagaimana jika pilkada diundur dan semua program itu dilanjutkan penjabat wali kota?

Saya tak dapat berkomentar. Yang jelas, saat ini saya dan semua anggota staf di pemkot sedang bekerja dengan kecepatan tinggi untuk mengerjakan semua yang dapat kami kerjakan di sisa masa jabatan ini. (Sumber: Kompas)
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Advertisement

Follow Us